MATA
KULIAH : Pengantar Manajemen dan Bisnis
DOSEN
: Ali Sadikin, S.E., M.SI.
Disusun Oleh
AHMAD ZAKI MUZAKIR
NIM. 130 212 0213
ANA KHAIRIATI
NIM. 130 212 0237
IIS SEKARIMAH
NIM. 130 212 0228
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
JURUSAN
SYARI’AH
PRODI
EKONOMI SYARI’AH
TAHUN 2013 M / 1434 H
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan
zaman mengakibatkan perubahan lingkungan bisnis yang pada akhirnya menimbulkan
persaingan dalam industri yang semakin ketat. Jika dulu produsen yang memegang
kendali, sekarang dengan adanya revolusi informasi dan perekonomian yang
semakin terbuka, batas antarnegara maupun regional semakin menghilang sehingga
konsumen semakin menguasai pasar dan dapat dengan leluasa menentukan jenis,
tempat perolehan serta harga dari produk dan jasa yang diinginkan.
Hal
ini menyebabkan industri-industri saling bersaing untuk menjadi yang utama
dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam hal kompetisi,
globalisasi ekonomi tidak hanya menambah jumlah pesaing di pasar, namun juga
menyebabkan bervariasinya persaingan di pasar; hanya perusahaan-perusahaan yang
memiliki kinerja baik yang dapat berhasil dalam menciptakan keuntungan jangka
panjang.
Dengan melihat kondisi pasar
Indonesia saat ini dan perlunya tindakan antisipasi dalam menghadapi perubahan
yang ada, maka perusahaan perlu menuangkan sebuah strategi dalam menjalankan
usahanya agar dapat terus bertahan di era persaingan yang semakin kompetitif.
B. Rumusan Masalah
Pada
makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas pada makalah
ini, antara lain:
1.
Apa pengertian lingkungan
bisnis?
2.
Bagaimana faktor yang
mempengaruhi dalm lingkungan bisnis?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, maka salah satu tujuan dari makalah ini antara lain:
1.
Untuk mengetahui dan
menjelaskan pengertian lingkungan bisnis,
2.
Untuk mengetahui dan
menjelaskan faktor yang mempengaruhi dalm lingkungan bisnis, dan
3.
Untuk mengetahui dan
menjelaskan lingkungan bisnis yang islami.
D. Batasan Masalah
Mengingat begitu
banyak dan luasnya yang berhubungan dengan rumusan masalah diatas, maka penulis
membatasi pembahasan makalah ini sesuai yang terdapat dalam rumusan masalah.
Dan adapun hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan masalah diatas tidak
penulis uraikan pada makalah ini.
E. Metode Penulisan
Metode
penulisan makalah ini,menggunakan metode research
library dan research internet
sebagai referensi yang ada kaitan atau hubungannya dengan makalah yang kami
buat,dan kemudian disimpulkan dalam bentuk makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Lingkungan Bisnis
Bisnis adalah kegiatan
yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan
nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Lingkungan Bisnis
adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga
organisasi atau perusahaan. Lingkungan
tidak akan berubah dengan perlahan dan dapat diramalkan, tetapi mampu
menghasilkan kejutan-kejutan besar karena lingkungan pemasaran akan selalu
berada pada perubahan yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi
perusahaan.[1]
Para
pemasar suatu barang harus memantau secara terus menerus keadaan lingkungan
yang terus berubah-ubah dari pencairan dan pemprosesan informasi tentang
perusahaan yang terjadi pada lingkungan perusahaan.
B. Faktor yang Mempengaruhi dalam Lingkungan Bisnis
Pengaruh
lingkungan bisnis terhadap perusahaan sangat besar pengaruhnya. Karena
lingkungan bisnis sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan,
seperti lingkungan internal yang sangat mempengaruhi pengaruh didalam
perusahaan seperti masalah tenaga kerja, sdm dan lain – lain, dan sebaliknya
untuk lingkungan diluar perusahaan.[2]
Faktor-faktor
yang mempengaruhi tersebut terdapat dalam perusahaan (interen), namun juga dari
luar (eksteren).[3]
1.
Lingkungan Internal yaitu
segala sesuatu di dalam organisasi atau perusahaan yang akan mempengaruhi
organisasi atau perusahaan tersebut. Lingkungan Internal
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tenaga kerja, modal, material atau
bahan baku, Peralatan atau perlengkapan produksi. Lingkungan internal ini
biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan perusahaan, dan juga mengetahui
kelemahan perusahaan.
2.
Lingkungan
Eksternal yaitu segala sesuatu di luar batas-batas organisasi atau perusahaan
yang mungkin mempengaruhi organisasi atau perusahaan, terdiri
dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan
mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan internal perusahaan yaitu:
a. Faktor Pendudukan
Kekuatan
lingkungan yang pertama dimonitor adalah kependudukan karena orang banyak yang
membentuk pasar. Perkembangan kependudukan dari waktu kewaktu yang terus
meningkat dapat merupakan suatu peluang. Pertumbuhan jumlah penduduk merupakan
pertumbuhan permintaan terhadap barang-barang yang dibutuhkan.
b. Faktor Ekonomi
Pasar
membutuhkan daya beli seperti orang banyak. Daya beli keseluruhan merupakan
fungsi dari pendapatan saat itu, tabungan dan kredit yang tersedia. Para
pemasar perlu menyadari keempat kecenderungan itu dalam lingkungan ekonomi.
c.
Lingkungan Fisik
Kondisi
lingkungan fisik sangat berpengaruh bagi suatu usaha yang akan menjalankan
bisnisnya. Lingkungan fisik biasanya dikaitkan dengan kondisi lingkungan alam
disekitar usaha serta infrastruktur yang tersedia. Pasar harus menyadari akan
peluang dan tantangan yang timbul akibat kekurangan bahan baku, biaya energi
yang meningkat, tingkat polusi yang meningkat dan peran pemerintah yang berubah
dalam perlindungan lingkungan.
d.
Lingkungan Teknologi
Setiap
teknologi merupakan suatu kekuatan yang dapat mendorong lajunya perkembangan
usaha tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditentukan oleh seberapa banyak
teknologi yang telah ditemukan. Teknologi merupakan peluang pembaharuan yang
tidak terbatas, teknologi meningkatkan metode pengolahan yang lebih sempurna
tetapi untuk jenis produk yang sifatnya khas, teknologi bukan merupakan faktor
penunjang dan pendukung yang utama tetapi cara tradisional juga perlu tetap
dipertahankan untuk menjamin keaslian/kealamianya.
e.
Lingkungan Politik/Hukum
Keputusan-keputusan
pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan perundang-undangan yang berlaku
dan sikap pemerintah yang mempengaruhi dan membatasi gerak usaha perusahaan.
Lingkungan ini terbentuk oleh hukum-hukum, lembaga pemerintah, dan kelompok
penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak-gerik berbagai organisasi dan
individu dalam masyarakat.
f.
Lingkungan Sosial/Budaya
Pengaruh membeli juga ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan
yang terjadi pada setiap orang dan langsung ditiru oleh pihak lain. Kehadiran
suatu produk dalam masyarakat serta diterima atau tindakannya yang baru sangat
dipengaruhi oleh kultur masyarakat setempat. Lingkungan budaya juga dapat menciptakan
peluang yang sangat besar bagi sebuah perusahaan.
C. Membentuk Lingkungan Bisnis Yang Islami
Membentuk lingkungan bisnis yang islami bukanlah
sesuatu yang baru dalam dunia Islam, bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah
keharusan. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang (pelaku bisnis), dan agama
Islam disebar-luaskan terutama melalui para pedagang muslim. Sehingga dengan
demikian, bukanlah suatu hal yang berlebihan bila bisnis dapat dilakukan dengan
mengedepankan nilai-nilai Islam.
Dalam Al Qur’an terdapat peringatan terhadap
penyalahgunaan kekayaan, tetapi tidak dilarang mencari kekayaan dengan cara
halal. Dalam Alqur’an dijelaskan: ”Allah telah menghalalkan perdagangan dan
melarang riba.” Islam menempatkan aktivitas perdagangan dalam posisi yang
amatstrategis di tengah kegiatan manusia mencari rezeki dan penghidupan. Hal
ini dapat dilihatpada sabda Rasulullah SAW: ”Perhatikan oleh mu sekalian
perdagangan, sesungguhnya di dunia perdagangan itu ada sembilan dari sepuluh
pintu rezeki”.
Membentuk lingkungan bisnis yang Islami sama artinya
dengan mewujudkan bisnis yang beretika. Etika membantu manusia bertindak secara
bebas tetapi dapat dipertanggung-jawabkan. Jadi, jika kata etika digabungkan
dengan kata bisnis, maka dapat berarti memasukkan norma-norma agama bagi dunia
bisnis, memasang kode etik profesi bisnis, merevisi sistem dan hukum ekonomi,
meningkatkan keterampilan memenuhi tuntutan-tuntutan etika pihak-pihak luar
untuk mencari aman dan sebaginya.
Seorang pengusaha (pelaku bisnis) muslim berkewajiban untuk
memegang teguh etika dan moral bisnisIslami yang mencakup Husnul Khuluq.
Pada derajat ini Allah akan melapangkan hatinya,dan akan membukakan pintu
rezeki, dimana pintu rezeki akan terbuka dengan akhlakmulia tersebut, akhlak
yang baik adalah modal dasar yang akan melahirkan praktik bisnisyang etis dan
moralis.
Dalam
menciptkan suasan dan etika bisnis yang islami, tentu saja kita harus mencontoh
kepada apa yang telah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Adapun karakteristik
Nabi SAW sebagai pedagang adalah, selain dedikasi dan keuletannya juga memiliki
sifat shiddiq, fathanah, amanah dan tabligh.
Keempat sifat dan akhlak inilah yang seharusnya dapat diterapkan dalam dunia
bisnis.
Pertama:
Shiddiq yang berarti mempunyai kejujuran dan selalu melandasi ucapan,
keyakinan dan amal perbuatan atas dasar nilai-nilai yang diajarkan Islam. Dalam
bisnis Islam, kunci utama yang harus dikedepankan adalah kejujuran. Sebagian
dari makna kejujuran adalah seorang pengusahasenantiasa terbuka dan transparan
dalam jual belinya. Rasul SAW bersabda: ”Tetapkanlah kejujuran karena
sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan
mengantarkan kepada surga” (Hadits). Dalam Alqur’an sendiri, Allah SWT
berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan
katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu
amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati
Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”
(QS. Al-maidah : 5)
Kedua:
Fathanah yang berarti mengerti, memahami, dan menghayati secara mendalam
segala yang menjadi tugas dan kewajibannya. Sifat ini akan menimbulkan
kreatifitas dan kemampuan melakukan berbagai macam inovasi yang bermanfaat.
Sifar fathanah dalam dunia bisnis dapat juga diterjemahkan sebagai sifat
toleran juga merupakan kunci sukses pebisnis muslim. Toleransi berarti mengerti
segala hal yang disukai dan tidak disukai oleh mitra bisnis. Toleran akan
membuka kunci rezeki dan sarana hidup tenang. Manfaat toleran adalah
mempermudah pergaulan, mempermudah urusan jual beli, dan mempercepat kembalinya
modal.
Ketiga:
Amanah yang merupakan tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas dan
kewajiban. Amanah ditampilkan dalam keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang
optimal, dan ihsan (kebajikan) dalam segala hal. Islam menginginkan seorang
pebisnis muslim mempunyai hati yang tanggap, dengan menjaganya dengan memenuhi
hak-hak Allah dan manusia, serta menjaga muamalahnya dari unsur yang
melampaui batas atau sia-sia. Seorang pebisnis muslim adalah sosok yang dapat
dipercaya, sehingga ia tidak menzholimi kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Rasul menyebutkan: ”Tidak ada iman bagi orang yang tidak punya amanat
(tidak dapat dipercaya), dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati
janji” (al-hadist).
Keempat:
Tabligh yang berarti mengajak sekaligus memberikan contoh kepada pihak
lain untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan ajaran Islam dalam kehidupan
sehari-hari. Ketika seorang pebisnis memiliki sikap-sikap islami, maka secara
tidak langsung dia telah berperan sebagai panutanbagi teman bisnisnya dan
orang-orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Maka tanpa disadari,
dia telah mengajak orang lain untuk mencontoh dan mempraktikkan hal-hal yang
baik dalam setiap kegiatan bisnisnya. Adapun sifat tabligh ini hendaknya dapat
disampaikan oleh pelaku bisnis dengan bijak sabar, argumentatif, dan
persuasive, sehingga akan menumbuhkan hubungan kemanusiaan yang solid dan kuat.
Maka
berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas, dalam konteks corporate social
responsibility (CSR), para pelaku usaha atau pihak perusahaan dituntut
bersikap tidak kontradiksi secara disengaja antara ucapan dan perbuatan dalam
bisnisnya. Mereka dituntut tepat janji, tepat waktu, mengakui kelemahan dan
kekurangan, selalu memperbaiki kualitas barang atau jasa secara
berkesinambungan serta tidak boleh menipu dan berbohong. Para pelaku bisnis
dituntut mempunyai kesadaran mengenai etika dan moral, karena keduanya
merupakan kebutuhan yang harus dimiliki. Pelaku usaha atau perusahaan yang
ceroboh dan tidak menjaga etika, tidak akan berbisnis secara baik sehingga
dapat mengancam hubungan sosial dan merugikan konsumen, bahkan dirinya sendiri.[4]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
hasil pemaparan materi di atas, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut:
1.
Lingkungan Bisnis
adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga
organisasi atau perusahaan. Lingkungan
tidak akan berubah dengan perlahan dan dapat diramalkan, tetapi mampu
menghasilkan kejutan-kejutan besar karena lingkungan pemasaran akan selalu
berada pada perubahan yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi
perusahaan.
2.
Lingkungan
bisnis sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan, seperti
lingkungan internal yang sangat mempengaruhi pengaruh didalam perusahaan
seperti masalah tenaga kerja, sdm dan lain – lain, dan sebaliknya untuk
lingkungan diluar perusahaan.
3.
Membentuk
lingkungan bisnis yang Islami sama artinya dengan mewujudkan bisnis yang
beretika. Etika membantu manusia bertindak secara bebas tetapi dapat
dipertanggung-jawabkan. Jadi, jika kata etika digabungkan dengan kata bisnis,
maka dapat berarti memasukkan norma-norma agama bagi dunia bisnis, memasang
kode etik profesi bisnis, merevisi sistem dan hukum ekonomi, meningkatkan
keterampilan memenuhi tuntutan-tuntutan etika pihak-pihak luar untuk mencari
aman dan sebaginya.
B. Saran
Alhamdulilllah
dengan selesainya makalah ini kami harap dapat bermanfaat bagi pembaca. Makalah
ini dari jauh dari kesempurnaan maka dari itu kami sebagai penyusun makalah
berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Atas
perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Kamaluddin, Studi Kelayakan Bisnis, Malang: Dioma, 2004, hal. 41.
http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html (DiaksespadahariSabtu, 10 Mei
2014 pukul 19:00 WIB)
http://dendyraharjo.blogspot.com/2010/11/lingkungan-pemasaran-makro-mikro.html (Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul
20:00 WIB)
http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html (Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul
20:30 WIB)
[1]http://dendyraharjo.blogspot.com/2010/11/lingkungan-pemasaran-makro-mikro.html
(Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 20:00 WIB)
[2]http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html
(Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 20:30 WIB)
[3] Kamaluddin, Studi Kelayakan Bisnis,
Malang: Dioma, 2004, hal. 41.
[4]http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html (DiaksespadahariSabtu, 10 Mei 2014 pukul 19:00
WIB)

0 komentar:
Posting Komentar