Selasa, 10 Juni 2014

Makalah: Lingkungan Bisnis

Diposting oleh Unknown di 8:10:00 AM

MATA KULIAH : Pengantar Manajemen dan Bisnis
DOSEN : Ali Sadikin, S.E., M.SI.

Disusun Oleh

AHMAD ZAKI MUZAKIR
NIM. 130 212 0213
ANA KHAIRIATI
NIM. 130 212 0237
IIS SEKARIMAH
NIM. 130 212 0228

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
JURUSAN SYARI’AH
PRODI EKONOMI SYARI’AH
TAHUN 2013 M / 1434 H


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perkembangan zaman mengakibatkan perubahan lingkungan bisnis yang pada akhirnya menimbulkan persaingan dalam industri yang semakin ketat. Jika dulu produsen yang memegang kendali, sekarang dengan adanya revolusi informasi dan perekonomian yang semakin terbuka, batas antarnegara maupun regional semakin menghilang sehingga konsumen semakin menguasai pasar dan dapat dengan leluasa menentukan jenis, tempat perolehan serta harga dari produk dan jasa yang diinginkan.
Hal ini menyebabkan industri-industri saling bersaing untuk menjadi yang utama dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam hal kompetisi, globalisasi ekonomi tidak hanya menambah jumlah pesaing di pasar, namun juga menyebabkan bervariasinya persaingan di pasar; hanya perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik yang dapat berhasil dalam menciptakan keuntungan jangka panjang.
Dengan melihat kondisi pasar Indonesia saat ini dan perlunya tindakan antisipasi dalam menghadapi perubahan yang ada, maka perusahaan perlu menuangkan sebuah strategi dalam menjalankan usahanya agar dapat terus bertahan di era persaingan yang semakin kompetitif.

B.     Rumusan Masalah

Pada makalah ini penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas pada makalah ini, antara lain:
1.      Apa pengertian lingkungan bisnis?
2.      Bagaimana faktor yang mempengaruhi dalm lingkungan bisnis?
3.      Bagaimana lingkungan bisnis yang islami?

C.    Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka salah satu tujuan dari makalah ini antara lain:
1.      Untuk mengetahui dan menjelaskan pengertian lingkungan bisnis,
2.      Untuk mengetahui dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi dalm lingkungan bisnis, dan
3.      Untuk mengetahui dan menjelaskan lingkungan bisnis yang islami.

D.    Batasan Masalah

Mengingat begitu banyak dan luasnya yang berhubungan dengan rumusan masalah diatas, maka penulis membatasi pembahasan makalah ini sesuai yang terdapat dalam rumusan masalah. Dan adapun hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan masalah diatas tidak penulis uraikan pada makalah ini.

E.     Metode Penulisan

Metode penulisan makalah ini,menggunakan metode research library dan research internet sebagai referensi yang ada kaitan atau hubungannya dengan makalah yang kami buat,dan kemudian disimpulkan dalam bentuk makalah.

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Lingkungan Bisnis

Bisnis adalah  kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
 Lingkungan Bisnis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Lingkungan tidak akan berubah dengan perlahan dan dapat diramalkan, tetapi mampu menghasilkan kejutan-kejutan besar karena lingkungan pemasaran akan selalu berada pada perubahan yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi perusahaan.[1]
Para pemasar suatu barang harus memantau secara terus menerus keadaan lingkungan yang terus berubah-ubah dari pencairan dan pemprosesan informasi tentang perusahaan yang terjadi pada lingkungan perusahaan.

B.     Faktor yang Mempengaruhi dalam Lingkungan Bisnis

Pengaruh lingkungan bisnis terhadap perusahaan sangat besar pengaruhnya. Karena lingkungan bisnis sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan, seperti lingkungan internal yang sangat mempengaruhi pengaruh didalam perusahaan seperti masalah tenaga kerja, sdm dan lain – lain, dan sebaliknya untuk lingkungan diluar perusahaan.[2]
Faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut terdapat dalam perusahaan (interen), namun juga dari luar (eksteren).[3]
1.      Lingkungan Internal yaitu segala sesuatu di dalam organisasi atau perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi atau perusahaan tersebut. Lingkungan Internal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tenaga kerja, modal, material atau bahan baku, Peralatan atau perlengkapan produksi. Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan kekuatan perusahaan, dan juga mengetahui kelemahan perusahaan.
2.      Lingkungan     Eksternal yaitu segala sesuatu di luar batas-batas organisasi atau perusahaan yang mungkin mempengaruhi organisasi atau perusahaan, terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan internal perusahaan yaitu:
a.       Faktor Pendudukan
Kekuatan lingkungan yang pertama dimonitor adalah kependudukan karena orang banyak yang membentuk pasar. Perkembangan kependudukan dari waktu kewaktu yang terus meningkat dapat merupakan suatu peluang. Pertumbuhan jumlah penduduk merupakan pertumbuhan permintaan terhadap barang-barang yang dibutuhkan.
b.      Faktor Ekonomi
Pasar membutuhkan daya beli seperti orang banyak. Daya beli keseluruhan merupakan fungsi dari pendapatan saat itu, tabungan dan kredit yang tersedia. Para pemasar perlu menyadari keempat kecenderungan itu dalam lingkungan ekonomi.
c.       Lingkungan Fisik
Kondisi lingkungan fisik sangat berpengaruh bagi suatu usaha yang akan menjalankan bisnisnya. Lingkungan fisik biasanya dikaitkan dengan kondisi lingkungan alam disekitar usaha serta infrastruktur yang tersedia. Pasar harus menyadari akan peluang dan tantangan yang timbul akibat kekurangan bahan baku, biaya energi yang meningkat, tingkat polusi yang meningkat dan peran pemerintah yang berubah dalam perlindungan lingkungan.
d.      Lingkungan Teknologi
Setiap teknologi merupakan suatu kekuatan yang dapat mendorong lajunya perkembangan usaha tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang telah ditemukan. Teknologi merupakan peluang pembaharuan yang tidak terbatas, teknologi meningkatkan metode pengolahan yang lebih sempurna tetapi untuk jenis produk yang sifatnya khas, teknologi bukan merupakan faktor penunjang dan pendukung yang utama tetapi cara tradisional juga perlu tetap dipertahankan untuk menjamin keaslian/kealamianya.
e.       Lingkungan Politik/Hukum
Keputusan-keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan perundang-undangan yang berlaku dan sikap pemerintah yang mempengaruhi dan membatasi gerak usaha perusahaan. Lingkungan ini terbentuk oleh hukum-hukum, lembaga pemerintah, dan kelompok penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak-gerik berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat.
f.       Lingkungan Sosial/Budaya
Pengaruh membeli juga ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan yang terjadi pada setiap orang dan langsung ditiru oleh pihak lain. Kehadiran suatu produk dalam masyarakat serta diterima atau tindakannya yang baru sangat dipengaruhi oleh kultur masyarakat setempat. Lingkungan budaya juga dapat menciptakan peluang yang sangat besar bagi sebuah perusahaan.

C.    Membentuk Lingkungan Bisnis Yang Islami

Membentuk lingkungan bisnis yang islami bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia Islam, bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah keharusan. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang (pelaku bisnis), dan agama Islam disebar-luaskan terutama melalui para pedagang muslim. Sehingga dengan demikian, bukanlah suatu hal yang berlebihan bila bisnis dapat dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam.
Dalam Al Qur’an terdapat peringatan terhadap penyalahgunaan kekayaan, tetapi tidak dilarang mencari kekayaan dengan cara halal. Dalam Alqur’an dijelaskan: ”Allah telah menghalalkan perdagangan dan melarang riba.” Islam menempatkan aktivitas perdagangan dalam posisi yang amatstrategis di tengah kegiatan manusia mencari rezeki dan penghidupan. Hal ini dapat dilihatpada sabda Rasulullah SAW: ”Perhatikan oleh mu sekalian perdagangan, sesungguhnya di dunia perdagangan itu ada sembilan dari sepuluh pintu rezeki”.
Membentuk lingkungan bisnis yang Islami sama artinya dengan mewujudkan bisnis yang beretika. Etika membantu manusia bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggung-jawabkan. Jadi, jika kata etika digabungkan dengan kata bisnis, maka dapat berarti memasukkan norma-norma agama bagi dunia bisnis, memasang kode etik profesi bisnis, merevisi sistem dan hukum ekonomi, meningkatkan keterampilan memenuhi tuntutan-tuntutan etika pihak-pihak luar untuk mencari aman dan sebaginya.
Seorang pengusaha (pelaku bisnis) muslim berkewajiban untuk memegang teguh etika dan moral bisnisIslami yang mencakup Husnul Khuluq. Pada derajat ini Allah akan melapangkan hatinya,dan akan membukakan pintu rezeki, dimana pintu rezeki akan terbuka dengan akhlakmulia tersebut, akhlak yang baik adalah modal dasar yang akan melahirkan praktik bisnisyang etis dan moralis.
Dalam menciptkan suasan dan etika bisnis yang islami, tentu saja kita harus mencontoh kepada apa yang telah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Adapun karakteristik Nabi SAW sebagai pedagang adalah, selain dedikasi dan keuletannya juga memiliki sifat shiddiq, fathanah, amanah dan tabligh. Keempat sifat dan akhlak inilah yang seharusnya dapat diterapkan dalam dunia bisnis.
Pertama: Shiddiq yang berarti mempunyai kejujuran dan selalu melandasi ucapan, keyakinan dan amal perbuatan atas dasar nilai-nilai yang diajarkan Islam. Dalam bisnis Islam, kunci utama yang harus dikedepankan adalah kejujuran. Sebagian dari makna kejujuran adalah seorang pengusahasenantiasa terbuka dan transparan dalam jual belinya. Rasul SAW bersabda: ”Tetapkanlah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan mengantarkan kepada surga” (Hadits). Dalam Alqur’an sendiri, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-maidah : 5)
Kedua: Fathanah yang berarti mengerti, memahami, dan menghayati secara mendalam segala yang menjadi tugas dan kewajibannya. Sifat ini akan menimbulkan kreatifitas dan kemampuan melakukan berbagai macam inovasi yang bermanfaat. Sifar fathanah dalam dunia bisnis dapat juga diterjemahkan sebagai sifat toleran juga merupakan kunci sukses pebisnis muslim. Toleransi berarti mengerti segala hal yang disukai dan tidak disukai oleh mitra bisnis. Toleran akan membuka kunci rezeki dan sarana hidup tenang. Manfaat toleran adalah mempermudah pergaulan, mempermudah urusan jual beli, dan mempercepat kembalinya modal.
Ketiga: Amanah yang merupakan tanggung jawab dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban. Amanah ditampilkan dalam keterbukaan, kejujuran, pelayanan yang optimal, dan ihsan (kebajikan) dalam segala hal. Islam menginginkan seorang pebisnis muslim mempunyai hati yang tanggap, dengan menjaganya dengan memenuhi hak-hak Allah dan manusia, serta menjaga muamalahnya dari unsur yang melampaui batas atau sia-sia. Seorang pebisnis muslim adalah sosok yang dapat dipercaya, sehingga ia tidak menzholimi kepercayaan yang diberikan kepadanya. Rasul menyebutkan:  ”Tidak ada iman bagi orang yang tidak punya amanat (tidak dapat dipercaya), dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji” (al-hadist).
Keempat: Tabligh yang berarti mengajak sekaligus memberikan contoh kepada pihak lain untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seorang pebisnis memiliki sikap-sikap islami, maka secara tidak langsung dia telah berperan sebagai panutanbagi teman bisnisnya dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Maka tanpa disadari, dia telah mengajak orang lain untuk mencontoh dan mempraktikkan hal-hal yang baik dalam setiap kegiatan bisnisnya. Adapun sifat tabligh ini hendaknya dapat disampaikan oleh pelaku bisnis dengan bijak  sabar, argumentatif, dan persuasive, sehingga akan menumbuhkan hubungan kemanusiaan yang solid dan kuat.
Maka berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas, dalam konteks corporate social responsibility (CSR), para pelaku usaha atau pihak perusahaan dituntut bersikap tidak kontradiksi secara disengaja antara ucapan dan perbuatan dalam bisnisnya. Mereka dituntut tepat janji, tepat waktu, mengakui kelemahan dan kekurangan, selalu memperbaiki kualitas barang atau jasa secara berkesinambungan serta tidak boleh menipu dan berbohong. Para pelaku bisnis dituntut mempunyai kesadaran mengenai etika dan moral, karena keduanya merupakan kebutuhan yang harus dimiliki. Pelaku usaha atau perusahaan yang ceroboh dan tidak menjaga etika, tidak akan berbisnis secara baik sehingga dapat mengancam hubungan sosial dan merugikan konsumen, bahkan dirinya sendiri.[4]

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari hasil pemaparan materi di atas, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut:
1.       Lingkungan Bisnis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Lingkungan tidak akan berubah dengan perlahan dan dapat diramalkan, tetapi mampu menghasilkan kejutan-kejutan besar karena lingkungan pemasaran akan selalu berada pada perubahan yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi perusahaan.
2.      Lingkungan bisnis sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan, seperti lingkungan internal yang sangat mempengaruhi pengaruh didalam perusahaan seperti masalah tenaga kerja, sdm dan lain – lain, dan sebaliknya untuk lingkungan diluar perusahaan.
3.      Membentuk lingkungan bisnis yang Islami sama artinya dengan mewujudkan bisnis yang beretika. Etika membantu manusia bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggung-jawabkan. Jadi, jika kata etika digabungkan dengan kata bisnis, maka dapat berarti memasukkan norma-norma agama bagi dunia bisnis, memasang kode etik profesi bisnis, merevisi sistem dan hukum ekonomi, meningkatkan keterampilan memenuhi tuntutan-tuntutan etika pihak-pihak luar untuk mencari aman dan sebaginya.

B.     Saran

Alhamdulilllah dengan selesainya makalah ini kami harap dapat bermanfaat bagi pembaca. Makalah ini dari jauh dari kesempurnaan maka dari itu kami sebagai penyusun makalah berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Kamaluddin, Studi Kelayakan Bisnis, Malang: Dioma, 2004, hal. 41.
http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html (DiaksespadahariSabtu, 10 Mei 2014 pukul 19:00 WIB)
http://dendyraharjo.blogspot.com/2010/11/lingkungan-pemasaran-makro-mikro.html (Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 20:00 WIB)
http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html (Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 20:30 WIB)



[1]http://dendyraharjo.blogspot.com/2010/11/lingkungan-pemasaran-makro-mikro.html (Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 20:00 WIB)
[2]http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/perusahaan-dan-lingkungan-bisnis.html (Diakses pada hari Minggu, 11 Mei 2014 pukul 20:30 WIB)
[3] Kamaluddin, Studi Kelayakan Bisnis, Malang: Dioma, 2004, hal. 41.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Coretan Iis Sekarimah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea